Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

Hai Mantan...!!! Mau Pindah Ke Lain Body?

"HAI MANTAN...!!! MAU PINDAH KE LAIN BODY?" by Suteki Adakah EKS HTI? ADAKAH YANG PUNYA KARTU ANGGOTA HTI? HTI ditendang untuk dijadikan rebutan. Kesetiaan pada keyakinan bisa diibaratkan seperti kesetiaan pada pasangan hidup. Hidup berinteraksi dengan orang lain, pihak lain selalu memungkinkan terjadinya friksi, benturan, konflik. Ketika terjadi konflik kesetiaan kita diuji untuk tetap bersama atau berpisah mencari jalan sendiri. Konflik seringkali membuat orang mencari jalan aman, tidak konfrontasi. Wilayah abu-abu ( grey area ) diambil karena semuanya berprinsip SDM---SELAMATKAN DIRI MASING-MASING. Kamuflase, kemunafikan, sikap hipokrit ditebar di mana-mana--- sing penting slamet . Tidak ada kepastian di mana seseorang berdiri dalam koordinat yang pasti. Semua semu, semua serba lips sevice --semua amung lamis . Eks pasangan meski sempat ditendang tetapi tidak mungkin tidak disayang. Eks pasangan seringkali tampak menawan untuk mendulang suara yang dulu melawan. ...

Negara Hukum IV: Nggak Perlu Pintar

Negara Hukum IV : NGGAK PERLU PINTAR!!! Alfatih Muhammad “Aku bisa naikin pajak, naikin tarif listrik, Aku juga bisa jadi pejabat!!! Negara macam apa ini yang bisanya naikin tarif listrik sama pajak?!" Kai Syamsuddin mengumpat di depan televisinya sendiri. Sepagi ini beliau sudah kehilangan selera menikmati kopi hitam buatan isterinya. Padahal setiap kali sang isteri menyuguhkan kopi hitam untuknya beliau selalu menghabiskan, yang tersisa hanya ampas. “Kopi hitam yang manis! Semanis isteriku ini” kai Syamsuddin menggoda “Aah.. kakek ini bisa saja!” sang isteri memukul lembut pundak sang suami sementara pipi keriputnya memerah karena sanjungan tadi. Namun, pagi ini… kopi hitam manis di meja kayu itu terasa hambar, rasa manisnya hilang seketika kala reporter cantik di layar televisi memberitakan kenaikan tarif dasar listrik 300%. Ya, Pemerintah saat ini mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga 300% bagi masyarakat pengguna listrik 900V...

Proses dan Ekses Kasus "Warisan" Afi

PROSES DAN EKSES Suteki - Teman Netizen , masih ingatkah Afi? Masih maukah tengok postingan saya tentang Afi ini? Saya pun mengecamnya, bukan soal plagiarisme nya, karena waktu itu belum ada indikasi tulisannya plagiat namun lebih fokus pada konten tulisannya yang menurut saya FATALISTIK sementara banyak yang memujanya, dari guru, dosen, doktor, profesor, pegawai, masyarakat umum, institusi ternama hingga istana. Bahkan tidak cukup dipuja lebih dari itu diundang di berbagai forum ILMIAH hingga Istana. Biyuuuuuuh...biyuuuuuh.. ngedap-ngedap i (Jawa yang artinya: bukan main sangat menakjubkan). Saya pun kalah pamor kalau diibaratkan keris pusaka. Sekalipun sudah banyak bukti adanya plagiarisme itu, namun tetap dibela bahkan pengkritiknya dikatakan: pasti itu orang-orang yang sirik, kaum intolerance, anti NKRI, anti bhinneka tunggal ika bahan anti Pancasila. Banyak orang bilang: ah, apapun yang dilakukan Afi itu baik. Untuk apa? Demi NKRI.. Demi Bhinneka Tunggal Ika.. Demi Pa...

Sajak Untuk Negeri: Berani atau Mundur

BERANI ATAU MUNDUR by John Suteki Tarikh masehi terus melaju Waktu ke waktu melenggang seolah tiada peduli Torehan berbagai cerita anak negeriku Betapa susahnya mencari suaka di negeri sendiri Indahnya syair pujangga tak lagi terasa Merdunya dendang nyanyian sinden pun tak mampu lagi Mengusir gundah gulana hati pengembara Di sudut desa kota yang tersisa tinggal sumpah serapah menista Selaksa gunung air bah menyapu ngarai Terik mentari terus membakar jiwa Tangis pilu lirih terdengar menyayat Bagai kidung nestapa kehancuran pertiwi Tuhan, ke mana lagi hendak kusimpuhkan jejak Sedang di rumah-Mu pun diri tak aman Suaka diri kucari lagi entah di negeri apa Agar kubisa bermesra kembali dalam doa Kuyakin masih tersisa penggalan keberanian Melaju berani menapaki rentang tarikh tersisa Ataukah kuurungkan niat suciku Mundur teratur mengais sisa hangat dahana Mungkinkah asa kembali berkobar Dahana meletup buuuuum, melangit meraih cita

Negara Hukum III: Persekusi

Negara Hukum III : PERSEKUSI (Cerita Kehidupan oleh AM. Ruslan) “Satu orang sudah ditangkap dan saya perintahkan untuk dikembangkan. Dan kemudian yang lai-lainnya seperti di Sumatera Barat agar dilakukan proses hukum supaya tidak terulang lagi. Tidak boleh main hakim sendiri. Kalo ada apa-apa laporkan pada kepolisian, tidak boleh melakukan upaya-upaya sendiri. Dan saya peritekintahkan pada kepolisian kalo ada yang melakukan upaya itu, jangan takut, saya akan back up . Tindak tegas sesuai aturan yang berlaku” ungkap pihak kepolisian RI di tengah-tengah awak media. “Sepertinya, sudah mendapat perintah resmi, ya dari kepolisian untuk melawan tindak PERSEKUSI” dua report berita saling tatap dan setelah bercakap-cakap untuk beberapa detik, mereka melanjutkan berita malam itu. Prof. Teki duduk selonjoran di depan televisi sambil menikmati kopi hitam buatan sang isteri. Hari ini beliau merasa capek, energinya serasa terkuras habis oleh perdebatan tidak berguna di kantor kepolis...

Negara Hukum: Sebuah Cerita Kehidupan

Negara Hukum (Sebuah cerita kehidupan oleh AM. Ruslan) “Negara hukum mesti melindungi rakyatnya bahkan harus membahagiakan rakyatnya”. Jelas Prof. Teki di hadapan para mahasiswanya. Prof. Teki adalah guru besar fakultas hukum di universitas itu. Pagi ini beliau mengisi kelas pasca sarjana dengan suasana yang sedikit energik, aroma perpolitikan nasional akhir-akhir ini yang sangat tidak kondusif memaksa berbagai kalangan merapat untuk membincangkan keberlanjutan kehidupan pohon besar bernama INDONESIA, terlebih lagi problem hukum yang ada dalam negeri yang menobatkan dirinya sebagai negeri DARUSSALAAM-Negara Damai-sangatlah mengiris hati, malu jika mendengar apalagi menceritakan kepada pihak luar. Sebuah Keadilan yang telah runtuh, hilang ditelan keserakahan politikus kotor. “Ma’af, Prof!” suara mahasiswa didepannya memotong “John Austin mengatakan hukum adalah perintah pihak yang berdaulat. Dengan kata lain yang membuat aturan adalah penguasa tanpa memikirkan kebaikan ...