Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tautan

Negara Hukum V : Bertahan Atau Berubah

Negara Hukum V : BERTAHAN ATAU BERUBAH (Cerita kehidupan Oleh AM. Ruslan) Mereka bergerak cepat, tidak ada suara yang menguap percuma dari 150 anggota yang hadir, “SIAAP. LAKSANAKAN!!!” Sang ketua tersenyum bangga. Tidak ada yang lebih setia melebihi mereka untuk membela bangsa dan Negara ini. “Jangan biarkan mereka melakukan apapun, ingat itu!” pandangan dinginnya menembus setiap jiwa yang ada. Salah seorang dari belakang membisiki sesuatu, ketua mengangguk, “Okay, kita berangkat. MERDEKA!!!” “MERDEKA!!!” semua berjalan Sepagi itu, awan sudah menepikan diri di sudut langit, ikut memberi jalan 150 Pembela Negara mengisi mobil operasi yang biasa mereka gunakan untuk kegiatan akhir tahun. Menjaga relasi Agama. “Apa yang kamu lakukan jika ada orang atau kelompok tertentu mengusung sebuah gagasan yang menurut kelompok lain bertentangan dengan PANCASILA?” “Maksud, Prof… Khilafah?” “Ya! Anggap saja itu adalah salah satunya” Prof. Teki mengangguk Hari ini, hari ket...

Negara Hukum IV: Nggak Perlu Pintar

Negara Hukum IV : NGGAK PERLU PINTAR!!! Alfatih Muhammad “Aku bisa naikin pajak, naikin tarif listrik, Aku juga bisa jadi pejabat!!! Negara macam apa ini yang bisanya naikin tarif listrik sama pajak?!" Kai Syamsuddin mengumpat di depan televisinya sendiri. Sepagi ini beliau sudah kehilangan selera menikmati kopi hitam buatan isterinya. Padahal setiap kali sang isteri menyuguhkan kopi hitam untuknya beliau selalu menghabiskan, yang tersisa hanya ampas. “Kopi hitam yang manis! Semanis isteriku ini” kai Syamsuddin menggoda “Aah.. kakek ini bisa saja!” sang isteri memukul lembut pundak sang suami sementara pipi keriputnya memerah karena sanjungan tadi. Namun, pagi ini… kopi hitam manis di meja kayu itu terasa hambar, rasa manisnya hilang seketika kala reporter cantik di layar televisi memberitakan kenaikan tarif dasar listrik 300%. Ya, Pemerintah saat ini mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga 300% bagi masyarakat pengguna listrik 900V...

Negara Hukum III: Persekusi

Negara Hukum III : PERSEKUSI (Cerita Kehidupan oleh AM. Ruslan) “Satu orang sudah ditangkap dan saya perintahkan untuk dikembangkan. Dan kemudian yang lai-lainnya seperti di Sumatera Barat agar dilakukan proses hukum supaya tidak terulang lagi. Tidak boleh main hakim sendiri. Kalo ada apa-apa laporkan pada kepolisian, tidak boleh melakukan upaya-upaya sendiri. Dan saya peritekintahkan pada kepolisian kalo ada yang melakukan upaya itu, jangan takut, saya akan back up . Tindak tegas sesuai aturan yang berlaku” ungkap pihak kepolisian RI di tengah-tengah awak media. “Sepertinya, sudah mendapat perintah resmi, ya dari kepolisian untuk melawan tindak PERSEKUSI” dua report berita saling tatap dan setelah bercakap-cakap untuk beberapa detik, mereka melanjutkan berita malam itu. Prof. Teki duduk selonjoran di depan televisi sambil menikmati kopi hitam buatan sang isteri. Hari ini beliau merasa capek, energinya serasa terkuras habis oleh perdebatan tidak berguna di kantor kepolis...

Negara Hukum II: Intimidasi Ilmuwan

Negara Hukum II : INTIMIDASI ILMUWAN (Cerita Kehidupan Oleh AM. Ruslan) Pagi itu, rumah pakteki Warno atau yang lebih akrab dipanggil ust. Arno terlihat ramai. Beberapa pasang sandal dan sepatu berjejer rapi, sementara dari dalam ruang tamu terdengar suara seperti menyusun sebuah acara atau istilah kerennya “rundown acara”. “Besok insyaa Allah, akhina Yusuf siap menjadi pembaca tilawah”“Apakah yang bersangkutan sudah dikonfirmasi?” ust. Arno memastikan“Alhamdulillah, sudah tadz” jawab kang Firman,“Tadz!”“Ya”“Hp nya bordering, tadz” Arif menunjuk Hp ust. Arno yang ada di sampingnya“o iya… makasih, Kang!”tidak lama kemudian terdengar suara dari seberang telepon dan tiba-tiba mimik wajah beliau berubah tidak bersahabat. “Ada masalah kah, Tadz?” semua bertanya dalam waktu bersamaan dengan perasaan gelisah. *** “Hadiri seminarku besok jam 10.00 di hotel Candi” terdengar tawa dari para mahasiswa, “iya, Proof!” Prof. Teki tersenyum sesekali tertawa ringan diantara mahasiswanya. ...

Negara Hukum: Sebuah Cerita Kehidupan

Negara Hukum (Sebuah cerita kehidupan oleh AM. Ruslan) “Negara hukum mesti melindungi rakyatnya bahkan harus membahagiakan rakyatnya”. Jelas Prof. Teki di hadapan para mahasiswanya. Prof. Teki adalah guru besar fakultas hukum di universitas itu. Pagi ini beliau mengisi kelas pasca sarjana dengan suasana yang sedikit energik, aroma perpolitikan nasional akhir-akhir ini yang sangat tidak kondusif memaksa berbagai kalangan merapat untuk membincangkan keberlanjutan kehidupan pohon besar bernama INDONESIA, terlebih lagi problem hukum yang ada dalam negeri yang menobatkan dirinya sebagai negeri DARUSSALAAM-Negara Damai-sangatlah mengiris hati, malu jika mendengar apalagi menceritakan kepada pihak luar. Sebuah Keadilan yang telah runtuh, hilang ditelan keserakahan politikus kotor. “Ma’af, Prof!” suara mahasiswa didepannya memotong “John Austin mengatakan hukum adalah perintah pihak yang berdaulat. Dengan kata lain yang membuat aturan adalah penguasa tanpa memikirkan kebaikan ...