Postingan

Saya Cinta KPK Tapi Saya Dukung Hak Angket

Gambar
SAYA CINTA KPK TAPI SAYA DUKUNG HAK ANGKET Suteki - Saya dukung hak angket. Itu haknya DPR sekali tempo biar dipakai. Ini masalah penting sekaligus untuk buktikan bahwa di negeri ini tidak ada lembaga yang super body dan imun. Sekalian untuk general check up terhadap kesehatan KPK. KPK dibentuk oleh UU berarti DPR turut membidani lahirnya. Jadi klo sekarang bidan nya hendak ngecek kesehatan dan perkembangan KPK apa itu salah? Ada temen netizen yang menyanggah pendapat saya itu dengan menyatakan bahwa hal ini merupakan angin segar bagi Koruptor. Karena pro Justicia bisa dibawa ke ranah politik di DPR. Lama-lama nanti putusan pengadilan akan diangketkan juga. Karena hakim sebagai pengadil juga menjalankan perintah Undang-undang. Benarkah demikian? Saya tegaskan dan yakin tidak seperti itu dampaknya. Kenapa masalah itu dibawa ke Lembaga legislatif, mestinya DPR juga bukan asal bertindak. Hal ini menyangkut harkat martabat DPR terkait dengan pelaksanaan UU oleh KPK, sedang UU ...

Negara Hukum V : Bertahan Atau Berubah

Negara Hukum V : BERTAHAN ATAU BERUBAH (Cerita kehidupan Oleh AM. Ruslan) Mereka bergerak cepat, tidak ada suara yang menguap percuma dari 150 anggota yang hadir, “SIAAP. LAKSANAKAN!!!” Sang ketua tersenyum bangga. Tidak ada yang lebih setia melebihi mereka untuk membela bangsa dan Negara ini. “Jangan biarkan mereka melakukan apapun, ingat itu!” pandangan dinginnya menembus setiap jiwa yang ada. Salah seorang dari belakang membisiki sesuatu, ketua mengangguk, “Okay, kita berangkat. MERDEKA!!!” “MERDEKA!!!” semua berjalan Sepagi itu, awan sudah menepikan diri di sudut langit, ikut memberi jalan 150 Pembela Negara mengisi mobil operasi yang biasa mereka gunakan untuk kegiatan akhir tahun. Menjaga relasi Agama. “Apa yang kamu lakukan jika ada orang atau kelompok tertentu mengusung sebuah gagasan yang menurut kelompok lain bertentangan dengan PANCASILA?” “Maksud, Prof… Khilafah?” “Ya! Anggap saja itu adalah salah satunya” Prof. Teki mengangguk Hari ini, hari ket...

Moslem In Crisis...!

Suteki - Apakah cukup indentitas moslem dan Islam itu sekedar: PECI, BAJU KOKO, DAN SARUNG? Lalu identitas ketauhidannya di mana? Apakah cukup Islam itu hanya berurusan dengan moralitas saja? Lalu ideologinya di mana? Ideologi Islam inilah yg seharusnya menuntun pembentukan identitas moslem sebagai rahmatan lil 'alamin . Tetapi tidak harus mengatakan SEMUA AGAMA ITU SAMA. Klo agama itu sama, mengapa kita tidak pernah atau jarang mencoba untuk pindah-pindah agama? Dalam setahun tiap dua bulan kita bisa pindah agama sesuai dengan selera kita. Why not? Toleransi tidak harus dilakukan dengan macem cara seperti di tayangan video ini. (https://web.facebook.com/rindumamah/videos/10209472632748972/) Kok nadanya sama: APA PUN AGAMANYA PASTI DIJAMIN DAPAT TEMPAT TERBAIK DI SISI ALLOH, DAPAT RUMAH... DAPAT MAKAN dst. Benarkah begitu? Memang benar kita blm pernah ada yang ngalami mati, tapi persoalan hidup setelah mati itu bukan RAMALAN, melainkan telah ditulis dalam kitab yang n...

Negara Hukum IV: Nggak Perlu Pintar

Negara Hukum IV : NGGAK PERLU PINTAR!!! Alfatih Muhammad “Aku bisa naikin pajak, naikin tarif listrik, Aku juga bisa jadi pejabat!!! Negara macam apa ini yang bisanya naikin tarif listrik sama pajak?!" Kai Syamsuddin mengumpat di depan televisinya sendiri. Sepagi ini beliau sudah kehilangan selera menikmati kopi hitam buatan isterinya. Padahal setiap kali sang isteri menyuguhkan kopi hitam untuknya beliau selalu menghabiskan, yang tersisa hanya ampas. “Kopi hitam yang manis! Semanis isteriku ini” kai Syamsuddin menggoda “Aah.. kakek ini bisa saja!” sang isteri memukul lembut pundak sang suami sementara pipi keriputnya memerah karena sanjungan tadi. Namun, pagi ini… kopi hitam manis di meja kayu itu terasa hambar, rasa manisnya hilang seketika kala reporter cantik di layar televisi memberitakan kenaikan tarif dasar listrik 300%. Ya, Pemerintah saat ini mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga 300% bagi masyarakat pengguna listrik 900V...

Pendidikan Agama, Kitab Suci, dan Konstitusi

PENDIDIKAN AGAMA, KITAB SUCI DAN KONSTITUSI by John Suteki Benarkah Pendidikan Agama akan dihapuskan dari kurikulum sekolah? Berita yang simpang siur harus segera diklarifikasi. Paling ampuh adalah dengan video. Ini agak sulit diplintir oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Motivasinya cuma ingin membenturkan umat Islam dengan pihak lain termasuk pemerintah. Pemerintah harusnya segera tanggap. Keluarkan pernyataan resmi dan jangan biarkan bola liar panas menggelinding yang akhirnya menghantam pemerintah sendiri. Apa sih susahnya sesegera mungkin menepis isu penghapusan Pendidikan Agama di sekolah? Sengit aku...!!! Pendidikan Agama di sekolah tetap harus ada mengingat salah satu harapan kita bisa membina akhlak mulia murid melalui Pendidikan Agama ini. Tidak semua murid memiliki kesempatan dan kemauan serta kemampuan untuk belajar agama di rumah. Pendidikan Agama penting untuk memperbaiki budi pekerti. Tidak cukup dengan Pendidikan Pancasila. Syariat Islam misalny...

Proses dan Ekses Kasus "Warisan" Afi

PROSES DAN EKSES Suteki - Teman Netizen , masih ingatkah Afi? Masih maukah tengok postingan saya tentang Afi ini? Saya pun mengecamnya, bukan soal plagiarisme nya, karena waktu itu belum ada indikasi tulisannya plagiat namun lebih fokus pada konten tulisannya yang menurut saya FATALISTIK sementara banyak yang memujanya, dari guru, dosen, doktor, profesor, pegawai, masyarakat umum, institusi ternama hingga istana. Bahkan tidak cukup dipuja lebih dari itu diundang di berbagai forum ILMIAH hingga Istana. Biyuuuuuuh...biyuuuuuh.. ngedap-ngedap i (Jawa yang artinya: bukan main sangat menakjubkan). Saya pun kalah pamor kalau diibaratkan keris pusaka. Sekalipun sudah banyak bukti adanya plagiarisme itu, namun tetap dibela bahkan pengkritiknya dikatakan: pasti itu orang-orang yang sirik, kaum intolerance, anti NKRI, anti bhinneka tunggal ika bahan anti Pancasila. Banyak orang bilang: ah, apapun yang dilakukan Afi itu baik. Untuk apa? Demi NKRI.. Demi Bhinneka Tunggal Ika.. Demi Pa...

Sajak Untuk Negeri: Berani atau Mundur

BERANI ATAU MUNDUR by John Suteki Tarikh masehi terus melaju Waktu ke waktu melenggang seolah tiada peduli Torehan berbagai cerita anak negeriku Betapa susahnya mencari suaka di negeri sendiri Indahnya syair pujangga tak lagi terasa Merdunya dendang nyanyian sinden pun tak mampu lagi Mengusir gundah gulana hati pengembara Di sudut desa kota yang tersisa tinggal sumpah serapah menista Selaksa gunung air bah menyapu ngarai Terik mentari terus membakar jiwa Tangis pilu lirih terdengar menyayat Bagai kidung nestapa kehancuran pertiwi Tuhan, ke mana lagi hendak kusimpuhkan jejak Sedang di rumah-Mu pun diri tak aman Suaka diri kucari lagi entah di negeri apa Agar kubisa bermesra kembali dalam doa Kuyakin masih tersisa penggalan keberanian Melaju berani menapaki rentang tarikh tersisa Ataukah kuurungkan niat suciku Mundur teratur mengais sisa hangat dahana Mungkinkah asa kembali berkobar Dahana meletup buuuuum, melangit meraih cita